-->
Powered by Blogger.
Showing posts with label Depth News. Show all posts
Showing posts with label Depth News. Show all posts

Di Balik Keindahan Pantai Pelabuhan Ratu

Oleh: Naufal Fauzy

SUKABUMI, Jurnalc: Pelabuhan Ratu merupakan salah satu wisata pantai yang paling diminati oleh wisatawan. Dibalik kekurangannya tersimpan Sejuta Pesona yang menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik pengunjung. Dari dulu hingga sekarang pantai Pelabuhan Ratu tetap menjadi salah satu icon di Sukabumi.
(foto:web)
Walaupun banyak kekurangan seperti sampah yang merusak pemandangan, pantai ini menyimpan berbagai pesona yang sangat menarik dibalik kekurangannya, baik pesona alamnya maupun legendanya. Kekurangan itupun tidak jadi masalah bagi wisatawan setelah mereka melihat indahnya pemandangan alam disana. Menikmati pemandangan alam tentu menjadi yang paling utama yang dilakukan wisatawan.

Di kawasan Sukabumi, tidak hanya terdapat wisata pantai saja yang terkenal,seperti Pelabuhan ratu dan Ujung Genteng, tetapi juga ada objek wisata budaya atau sejarah,yaitu yang terdapat di daerah sekitar Jampang, objek wisata religious yang berada di desa Buniayu Gua Siluman dan objek wisata Bibijilan, serta objek yang lainnya. Selain beberapa objek wisata yang disebutkan, ada beberapa tempat wisata lain yang mempunyai peran yang cukup potensial pula dalam kapariwisataan kabupaten Sukabumi.

Namun dari beberapa objek wisata di kabupaten Sukabumi, pantai Pelabuhan Ratu adalah objek wisata yang paling banyak dikunjungi. Wisata pantai ini tetap menjadi andalan. Hal ini terlihat dari Jumlah wisatawan yang berkunjung. “Walaupun ada banyak tempat pariwisata di Sukabumi, pantai Pelabuhan Ratu tetap menjadi pilihan utama bagi para wisatawan, “ kata Dinas Pariwisata, Sulaiman.

Ketika Pengemis Berbicara

Oleh: Naufal Fauzy

BANDUNG, Jurnalc: Tua dan renta,adalah kesan pertama ketika melihat sosok nenek tua di pojok trotoar perempatan buah batu.Dengan wajah kusamnya,nenek tua itu duduk sambil menunggu orang yang lalu-lalang dan berharap ada yang memberinya uang.
(Foto: Web)
Sumyati(69 tahun),di usianya yang telah senja ia menjelaskan bahwa sebuah keterpaksaan ketika ia menjadi pengemis,karena fisiknya sudah renta, dia tak punya pilihan lain selain menjadi pengemis.
Nenek asli Sukabumi ini,mengaku dirinya sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi,suaminya sudah meninggal sejak tahun 2005,dan dirinya juga tidak memiliki anak,saudara laki-laki satu-satunyapun telah meninggal sepuluh tahun yang lalu.

Setiap harinya sumyati mengemis seperti pengemis yang lainnya.Nenek yang mengemis sejak 5 tahun lalu ini,mengaku bahwa  sehari rata-rata ia hanya mendapat 6 ribu-b ribu,dan unutk makan sehari-hari dirinya hanya membeli nasi bungkus 3 ribuan.Dirinya bersyukur,tidak sakit-sakitan walau dirinya harus kepanasan dan tidak memiliki apa-apa,namun ia berusaha menjaga dirinya dengan selendang pemberian orang pada saat hari raya idul fitri tahun lalu

Nenek yang tiap harinya mulai mangkal ditepi trotoar Buah batu ini mengaku bahwa ia mulai mengemis dari jam 3 sore hingga jam 10 malam, namun dihari jum’at ia mulai mengemis dari jam 10 pagi hingga jam 5 sore. Pernah sekali dirazia,namun dirinya mengaku tidak betah tinggal ditempat rehabilitas,karena terlalu banyak aturan,sedangkan saya sudah tua,ia ingin hidup tenang dan lebih senang seperti sekarang ini.

“saya ingin pemerintah adil dalam menangani masalah pengemis seperti saya,yang saya tahu,bahwa riap warga negara berhak mendapat kehidupan yang layak,namun kenyataannya saya tidak mendapat keadilan,saya merasa sekarang hidup tidak adil,yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin”,katanya dengan berlinang air mata.

“Bila teman yang lain, seperti kuli panggul,saya ingin seperti mereka,namun tubuh saya tak mungkin lagi mampu mengangkat beban berat seperti mereka. Saya juga kasihan pada teman yang senasib dengan saya,jadi saya berharap jangan ada lagi pengemis seperti saya, karena saya tak ingin ada orang lain lagi yang merasakan penderitaan seperti saya sekarang ini," ujarnya dengan rauk muka penuh kesedihan. (MO)

Republika Mengadakan Pelatihan Jurnalisme UIN BANDUNG


  Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurnalistik  UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG berhasil mengadakan pelatihan jurnalisme dengan menggandeng salah satu media ternama yang  tidak asing lagi di Lingkungan publik yaitu Republika  (18/10).. Hima jurnalitik memberi nama kegiatan yang dilaksakan tiap tahunya tersebut dengan nama Jurnalitik Fair (JUFAIR). Jufair tahun sekarang mengusung tema Inspiring Journalism. Acara yang berlangsung dari tanggal 18 – 20 Oktober 2012 ini  bertempat di gedung Z 1 dan Z 2, halaman Fakultas serta  aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung.
Pelatihan jurnalisme dari Republika Online mendapat sambutan hangat dari para peserta. Terdapat kurang lebih 90 mahasiswa yang mengikuti acara pelatihan ini. Para peserta mayoritas berasal dari jurusan Jurnalistik UIN Bandung, dan ada beberapa mahasiswa yang berasal dari fakultas dan kampus lain. Materi – materi pelatihan yang dijelaskan diantaranya teknik pengambilan video, teknik pengambilan foto, teknik wawancara, dan teknik penulisan berita.Para peserta juga mensimulasikan bagaimana cara melakukan wawancara yang baik dan benar.“Yang kami utamakan disini (pelatihan jurnalisme) adalah kami  ingin berbagi ilmu dan membuka mindset rekan – rekan mahasiswa mengenai dunia jurnalistik, seperti bagaimana cara menulis yang baik dan bagaimana cara mewawancara yang benar” ucap M Irwan Ariefyanto, Kepala Republika Online ketika ditemui sesaat setelah acara selesai. “Jika kalian tertarik dengan dunia jurnalistik silahkan bergabung, tetapi jika tidak tinggalkanlah dunia jurnalistik dan carilah prfofesi yang lain, karena profesi wartawan itu susah. Itu yang ingin saya tularkan kepada kalian” lanjut Irwan. ”Acara ini sangat seru dan menambah wawasan saya tentang dunia jurnalistik, terutama mengenai teknik penulisan berita yang baik dan benar” ujar Muhammad Shendy, mahasiswa jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung semester 1. “Semoga Jufair tahun depan bisa lebih baik lagi dan bisa mendatangkan bintang tamu yang lebih bagus dari Jufair tahun ini” tambahnya.
Para peserta yang mengikuti pelatihan ini akan menjadi anggota Republika Online Goes To kampus UIN Bandung angkatan pertama secara resmi dan alumni pelatihan ini berhak mengirim karya tulis / berita secara berkesinambungan ke redaksi Republika Online dan memiliki kesempatan besar untuk dimuat.
Selain mengadaka pelatihan jurnalisme, pihak panitia pun berhasil mendatangkan berbagai pengisi acara ternama seperti, redaktur senior dari Mongabay - Indonesia serta Janet Steele dari George Wahington University. Berbagai kegiatan pun‘menghiasi’ pelaksanaan Jufair kali ini seperti pelatihan jurnalisme dari Republika Online, seminar tentang lingkungan dari Mongabay - Indonesia, seminar tentang jurnalisme sastra / jurnalisme naratifoleh Janet Steele serta hiburan akustik dari mahasiswa jurnalistik.
Seminar tentang jurnalisme sastra yang disajikan oleh Janet Steele menjadi acara pembuka rangkaian acara Jufair (18/10). Janet Steele merupakan pengajar dari George Washington University. Di hari ke dua (19/10) diadakan seminar dan pelatihan tentang jurnalisme dari  Republika Online.Dan dihari berikutnya (20/10) adalah diskusitentang lingkungan dari redaktur seniormongabay Indonesia dan Walhi Jawa Barat.Mongabay merupakanmedia online yang fokus di bidang lingkungan. Isu ini begitu menarikketika dibahas karena mengangkat ceritatentang keadaan lingkungan di Indonesia yang telah rusak karena ketidakseimbangan antara pembangunan dengan pelestarian pohon. Kemudian mereka juga mengajarkan bagaimana cara menjaga lingkungandi sekitar kita supaya tetap baik dan dapat terjaga kelestariannya.


Muhammad Rizki T.S
1211405098








CHRIS JOHN MELAWAN CHONTLATARN ESOK MALAM



SINGAPURA , Berat badan mencapai bobot ideal 57,1 kilogram dan dia menyatakan siap mempertahankan gelar supercham kelas bulu World Boxing Association (WBA) melawan penantang peringkat ke-16 asal Thailand, Chonlatarn piriyapino, di Marina Bay Sand, Singapura.”berat badan saya 57,1 kilogram, sedangkan lawan saya tidak terlalu memperhatinkanya,”tutur kata Chris John, pertarungan yang akan dilaksanakan tanggal 09/11 itu merupakan upaya dalam mempertahankan gelar juara juara dunia ke-17 kalinya. Pertarungan Chris John melawan petinju asal Thailand ini, nanti merupakan partai puncak dari rangkaian pertandingan supercham pada malam sabtu nanti.
                Chris John, 33 tahun memiliki rekor 47 kali menang (22 kali KO) 2 kali seri, dan belum pernah kalah. Sdangkan Chonlatarn, yang berumur lebih muda dari Chris John atau 6 tahun lebih muda dari John mempunyai rekor 44 kali menang (27 kali KO) dan belum pernah kalah ataupun seri. Dalam pertarungan terakhirnya, Chris John menang angka atas petinju jepang, shoji Kimura, di Singapura, 5 mei lalu. Sementara Chonlatarn terakhir kali bertanding pada tanggal 1 juni melawan Richard Olisa,berasal dari Negara thailand juga dan memenangkan pertarungkan tersebut dengan merebut gelar juara World Boxing Council (WBC) Asia.
                Chris john merebut gelar juara dunia WBA dengan membubukan kemenangan angka atas petinju kolombia, Oscar Leon, di Bali pada tanggal 26 September 2003. Sedangkan pada partai tambahan, petinju Indonesia, Daud Jordan, juara kelas bulu internasional Boxing Organization (IBO) mengahdapi petinju inggris asal Mongolia peringkat ke 29, Choi Tseveenpurpev, Daud, 25 tahun ,bertekad memukul KO lawanya yang berusia 41 tahun tersebut. Bagi petinju asal Mongolia itu, pertarungan melawan petinju Indonesia ini merupakan yang kedua kalinya. Akan tetapi lawan pertama dalam orang asli Indonesia itu bukanlah Daud Jordan melainkan Bugiarso, di Bojonegoro pada tahun 1999.

Muhammad Rizki T.S
               
                

Putu Ayu Pusparini


Petani Kuningan Berbondong-bondong Menanam Cengkih
Kuningan (08/11), sejumlah petani di Kuningan mulai tertarik menanam cengkih, bersamaan dengan meningkatnya permintaan pasar. Sedikitnya 2.808 hektare kini menjadi areal kebun cengkih. Padahal hampir 20 tahun tanaman cengkih sempat ditinggalkan petani karena harga jualnya selalu berpluktuasi.
Kepala Dinas Perkebunan Kuningan, Ukas Suharfa Putra, MP, menegaskan, tanaman cengkih yang dulu sempat ditebang besar-besaran, karena harganya anjlok, kini tampaknya kembali menjadi daya tarik. Itu setelah harga jualnya mulai menjanjikan lagi.
“Selama 2012, terdapat penambahan tanaman cengkih seluas 190 ha, dikelola 12 kelompok tani.Kami member kebebasan kepada para petani untuk menanam jenis tanaman yang penting bisa menguntungkan kesejahteraannya,”tuturUkas.
Dia menegaskan, petani yang sudah terbiasa menanam dan memelihara cengkih, dianjurkan agar terus dikembangkan kualitasnya.“Cengkih ini, pasarnya jelas, harga bagus, sehingga bisa mendorong pendapatan masyarakat,” katanya.
Berdasarkan data yang diperoleh, saat ini harga cengkih kering rata-rata Rp 80.000/kg, sehingga banyak warga tergoda menanamnya lagi. Dari 1 pohon potensial cengkih jenis zenzybar, mampu menghasilkan 2 kuintal cengkih kurang atau setara denganRp 16,6 juta sekali panen.
“Saya sudah tiga kali panen bibit, rata-rata jual Rp 4.000 pohon setiap panen. Harganya antara Rp 40.000-Rp 50.000/pohon,” ujar Ismail (57) warga Ciarja Kuningan yang mengaku sejak lima tahun lalu menggeluti tanaman cengkih.
Menurut Ismail, cengkih di Kuningan sempat menjadi primadona tahun 80an. Namun mulai tahun 90an, harga cengkih terus merosot hingga sama sekali tidak ada harganya dibandingkan dengan upah petik masih mahal biaya petik. Akibatnya banyak pohon cengkih ditebang pemiliknya diganti dengan tanaman lain.
Namun beberapa tahun terakhir, harga cengkih kembali menggiurkan hingga tak heran sejumlah petani menanamnya. Akibat banyak permintaan tanaman cengkih, persediaan bibit menjadi langka. “Dulu saya tanam cengkih hingga panen, sekarang mencoba kembangkan bibitnya karena permintaannya banyak. Bibit pun masih sulit,” kata Ismail.
Tanaman Cengkih
Pohon cengkih merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan tinggi 10-20 m, mempunyai daun berbentuk lonjong yang berbunga pada pucuk-pucuknya. Tangkai buah pada awalnya berwarna hijau, dan berwarna merah jika bunga sudah mekar. Cengkih akan dipanen jika sudah mencapai panjang 1,5-2 cm.
Cengkih dapat digunakan sebagai bumbu, baik dalam bentuknya yang utuh atau sebagai bubuk. Bumbu ini digunakan di Eropa dan Asia. Terutama di Indonesia, cengkih digunakan sebagai bahan rokok kretek. Cengkih juga digunakan sebagai bahan dupa di Republik Rakyat Cina dan Jepang. Minyak cengkih digunakan di aromaterapi dan juga untuk mengobati sakit gigi. Daun cengkih kering yang ditumbuk halus dapat digunakan sebagai pestisida nabati dan efektif untuk mengendalikan penyakit busuk batang Fusarium dengan memberikan 50-100 gram daun cengkih kering per tanaman.
                                                  

Putu Ayu Pusparini


Proyek Asal-Asalan Turap Jebol
Garut (8/11), Titik Jalan Raya Kramat Godog  yang sudah amro berada di RT.03 Rw.07 Kampung Godok Babakan. Badan jalan sepanjang lebih dari 20 meter itu terbawa longsor turak sehingga lebar jalan tinggal 2.5 meter. Tanah longsor dikawasan itu juga mengancam  7 rumah berpenghuni 25 jiwa.
Di titik itu hanya dipasangi tanda peringatan waspada longsor untuk memperingatkan para pejiarah religi Makam Godog yang lalu lalang. Warga juga menempelkan beberapa tulisan ungkapan kekecewaan terhadap proyek pembangunan Turap penyangga jalan yang dinilai aasal-asalan sehingga cepat ambrol. Tidak jauh dari lokasi ambrolnya badan jalan, tebing tanah setinggi 20 meter dengan panjang 35 meter juga rawan longsor dan juga mengancam 6 keluarga yang tinggal di lokasi.
Salah seoang warga Hidayat Komar (50) mengatakan, badan jalan tersebut ambrol pada Rabu (7/11) dini hari setelah diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Turak penyangga jalan yang baru dibangun kurang dari dua pekan itu, tiba-tiba ambruk sehingga badan jalan ikut longsor. “Padahal, proyek pembangunan itu baru selesai sekitar 10 hari yang lalu beluml ama. Tapi sudah ambrol lagi. Itu yang membuat kesal warga, mungkin proyeknya aal-asalan, bahan-bahan bangunanya tidak kuat, dan kontraktornya hanya mencari untung.” Ujar Hidayat
Kekecewaan warga dilampiaskan dengan memasang sejumlah karton bertuliskan kecaman seperti “Proyek asal-asalan baru 2 minggu sudah hancur, dan Proyek asal-asalan gagal.”
Sekretaris Desa Lebak Agung Hendrawa megatakan, pihak pemerintah desa sama sekali tidak tahu proyek pembangunan Turak sepajang 35 meter di jalan tersebut. ”kontraktor sama sekali tidak bertangung jawab. Selain tidak pernah permisi saat memulai pmbangunan, sekarang setelah hasil kerjaan mereka ambrol juga dibiarkan,” ujar Asep.
Padahal jalan tersebut merupakan akses utama menuju obyek wisata religi ziarah makam Sunan Rahmat Suci (Prabu Kian Santang). Selain mengancam putusnya akses utama ke Makam Godog, bagian badan jalan yang ambrol serta tanah ambrol juga membuat keselamatan 25 jiwa di 7 rumah di kawasa tersebut terancan terseret longsor.
Kepala Dinas Bina Marga Garut Aden Sudjarmono mengatakan, ambrolnya turap sepanjang 9 meter disebabkan tidak adanya suling-suling saluran air dibadan turap. Akibatnya air tidak bis megalir da menekan badan turap sampai jebol. Untuk penanganan sementara, dipasang tanggul-tanggul pasir sepanjang bagian badan jalan yang ambrol sebagai pemecah konsentrasi air. “Perbaikan jalan dan turap segera dilakukan dan menjadi tanggung jawab pemborong karena usia proyek belum 180 hari,” ujar Adeng.  

Putu Ayu Pusparini


Warga Dikagetkan dengan Masuknya Macan Tutul ke Pemukiman
Cianjur (8/11)- Seekor macan tutul turun dari hutan kawasan konservasi menggegerkan warga Desa Kemang, Kecamatan Bojong Picung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hewan buas tersebut sempat masuk ke permukiman dan langsung ditangkap warga dan polisi.
            “Saat ditemukan macan dalam kondisi sakit. Hal ini bisa dilihat dari pemeriksaan visual. Beberapa tanda vital dan visual dalam kondisi lemah dan kurang merespons saat dipancing,” ucap Kepala Badan Konserfasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Cianjur, Isis Iskandar.
            Isis mengatakan, seharusnya untuk macan tutul muda mempunyai tingkat agresivitas tinggi. Apalagi saat mereka tertangkap dan dimasukkan ke dalam kandang. “Kami menduga macan ini memang sedang tersesat dan mencari makan hingga turun gunung,” ujarnya.
            Usia macan tutul diperkirakan 2-3 tahun dengan panjang satu meter lebih dan tinggi sekitar 50 cm dan berat sekitar 20 kg. “untuk jenis kelamin belum kita pastikan. Ini termasuk hewan yang hamper punah dan harus dilindungi. Oleh karena itu, setelah kami tangkap langsung dibawa ke Taman Safari, Cisarua, Bogor,” katanya.
            Lebih lanjut Isis menuturkan ada dua kemungkinan macan tutul ini turun dan meresahkan Kampung Kemang. Pertama, jumlah makanan mereka sudah berkurang karena habitatnya telah rusak. Kemungkinan kedua, kata Isis, melihat usia yang diperkirakan baru berumur kurang dari tiga tahun ini, macan ini kemungkinan ia tersingkir dari kelompoknya. Induk macan tutul biasanya melahirkan antar 1-2 anak dalam satu siklus.
            Macan tutul mempunyai kecenderungan menghindari manusia, ia merupakan hewan yang soliter dan aktif di malam hari. Namun, hewan ini mempunyai kemampuan menyerang manusia terutama bila dirinya merasa terdesak. Belum ada catatan korban di Indonesia, khususnya Jawa Barat, akibat serangan macan tutul tetapi di negara lain banyak.
20 Macan Tutul
            Isis memperkirakan masih ada sekitar 20 ekor populasi macan tutul dikawasan kampung kemang, kecamatan bojong yang memang dekat dengan hutan konvervasi dengan luas sekitar 1000hektare.  Macan tutul yang sakit itu diangkut dalam peti kayu berukuran 120x40x40 cm dibelakang mobil yang biasa digunakan Polres Cianjur untuk Patroli. “Penye;amatan hewan langka menjadi salah satu fungsi polisi. Termasuk menjaga kelestariannya. Habitat mereka terganggu oleh ulah manusia akibat pembalakan liar. Jika ditemukan hewan langka oleh warga, sebaiknya jangan langsung dibunuh. Setidaknya melaporkannya melaporkan hal tersebut ke kepolisan setempat,” ujar Komiasaris Besar Agustri Heryanto